Bisnis di InternetFree Web Hosting with Website Builder

Rabu, 15 Juli 2009

Spirit Bisnis Serangga, Omset Ratusan Juta/Bulan

Serangga bagi sebagian orang adalah binatang yang menyebalkan dan tidak diinginkan keberadaannya karena kerap megganggu. Namun bagi Sufron binatang –binatang yang besarnya tak lebih dari segenggaman tangan ini merupakan ladang bisnis yang menggiurkan “Karena permintaan semakin banyak, tahun 2004 saya memilih melepaskan pekerjaan konsentrasi ke bisnis serangga, dengan mendirikan CV. Griya Insecta,” ungkap Sufron

Hasilnya memang tidak mengecewakan dengan berbisnis aksesoris dari serangga, Sufron berhasil mendatangkan ribuan dollar ke koceknya setiap bulan. Konsumen produk aksesoris berbahan baku serangga ini, kebanyakan datang dari manca negara seperti Amerika, Kanada, Korea Selatan, Spanyol, Australia dann Selandia Baru. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, menurut Sufron peminatnya masih sedikit.
Griya Insecta didirikan tahun 2005 oleh Sufron dan seorang kawannya. Dengan modal awal Rp. 5 juta, ia memulai usahanya dengan membeli lima mesin gerinda, membeli bahan baku dan mempekerjakan 5 orang karyawan. Sedangkan pengetahuan mengenai bisnis handy craft ini, ia dapat dari seorang kolektor serangga asal Jepang yang berminat mencari partner pengumpul serangga asal Indonesia.

Dari kolektor Jepang ini ia mendapatkan pelatihan singkat mengenai teknik pengawetan, dan pengemasan serangga. Hasil kerajinannya berupa, gantungan kunci (key chain), pemberat kertas (paperweight), bingkai, tempat pena dan lain-lain. Serangga–serangga ini diolah sedemikian rupa dengan resin yang dicor dan modelnya disesuaikan dengan kebutuhan produk.


Serangga yang menjadi bahan baku produk aksesoris, memang bukan serangga sembarangan, atau hanya dari jenis tertentu. Untuk mendapatkan yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan memiliki nilai jual, Griya Insecta bekerja sama dengan pengumpul serangga dari berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Papua, Sumatera dan Jawa.

Para pengumpul mengirimkan satu bulan sekali hasil tangkapannya. Dengan jumlah serangga minimal 1000 ekor per jenis. “ Kami hargai per ekor, kami akan sortir sebelum melakukan pembayaran dan untuk barang yang rusak akan kami kembalikan dan saat ini Griya Insecta mempunyai sembilan mitra pengumpul; 2 di Jawa Barat; Sukabumi & Tasik, 1 di Papua, 2 di Sulawesi, masing–masing 1 pengumpul di Pagar Alam, Bengkulu, Ambon, dan Banyuwangi,”paparnya

Untuk mendapatkan serangga yang diinginkan, pada mulanya Sufron mencari tahu jenis serangga dan habitatnya. Setelah itu ia mengunjungi desa –desa di sekitar lingkungan habitat serangga incarannya itu dan memberikan pelatihan singkat dari cara menangkap, pengetahuan mengenai jenis serangga, dan pengemasannya.

Daerah-daerah di Indonesia yang memiliki serangga seranga yang bernilai jual tinggi, salah satunya di gunung Halimun Sukabumi. Ada beberapa serangga yang digunakan untuk handicraft yang merupakan musuh para petani jagung seperti kumbang kodok (sagra femoralis) dari Jawa Timur, Kumbang Kepik (catacanthus incarnathus) dari pulau Lombok yang merupakan hama petani tanaman jarak serta ada juga kumbang hama penggerek pohon kelapa (xylotrupes gideon). Kupu-kupu dari Indonesia yang populer di pasar mancanegara antara lain PapilioBlumei (Sulawesi), Papilio Ulysses (Maluku).

Nilai jual bahan baku untuk jenis ini tidak kurang US$ 2 per satuan untuk kualitas A1. Bahkan ada jenis kumbang yang mempunyai nilai jual tinggi. Kumbang Allotopus rosenbergi (Gunung Halimun Jawa Barat) untuk ukuran 7 cm mencapai Rp 300.000/satuannya.

Pasar internasional untuk produk Indonesia boleh dibilang besar, sebab produsen kerajinan tangan dari serangga ini, relatif masih sedikit. Menurut Sufron meski usahanya mendapat kompetitor dari Cina, ternyata serangga asal Indonesia lebih banyak peminatnya, lantaran warnanya lebih bervariasi dan lebih eksotik. Namun karena bahan baku yang terbatas, tingginya permintaan pasar internasional akan kerajinan tangan berbahan baku serangga ini masih belum dapat dipenuhi.

Saat ini, Griya Insecta baru bisa memproduksi tidak kurang dari 500 item perhari, dan 20 frame serangga. “Secara keseluruhan kami belum bisa mengimbangi permintaan pasar, karena bahan baku terbatas,” jelas Sufron yang kini memperkerjakan 30 orang karyawan di bengkel kerajinan serangganya.

Bisnis jual-beli serangga, Griya Insecta saat ini beromset US $25.000 per bulannya, pembeli terbesar datang dari Spanyol dengan nilai transaksi US $10.000.“ Selama ini transaksi berjalan baik. Mereka selalu mengirim uang sebelum barang dikirim,” terang Sufron.

Untuk memenuhi ceruk pasar mancanegara yang masih sangat terbuka terhadap produk kerajinan tangan berbahan baku serangga asal Indonesia.

(Rahmat Saepulloh)
artikel from : http://www.karir-up.com

Selengkapnya disini...

Kisah Sukses Mantan Seorang Petugas Keamanan

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.
Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.
Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.
Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada diatas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya. Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk
memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu. “Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman,sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil. Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah,
membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2. Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika
beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan. Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi. “Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalau kita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri. “Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.

Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi. ” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang
telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”

Selengkapnya disini...

Kisah Sukses Pendiri KFC

Inilah kisah kegigihan Kolonel Sanders, pendiri waralaba ayam goreng terkenal KFC. Dia memulainya di usia 66 tahun. Pensiunan angkatan darat Amerika ini tidak memiliki uang sepeser pun kecuali dari tunjangan hari tuanya, yang semakin menipis. Namun dia memiliki keahlian dalam memasak dan menawarkan resep masakannya ke lebih dari 1.000 restoran di negaranya. Kolonel Harland Sanders adalah pelopor Kentucky Fried Chicken atau KFC yang telah tumbuh menjadi salah satu yang terbesar dalam industri waralaba makanan siap saji di dunia.
Sosok Kolonel Sanders, bahkan kini menjadi simbol dari semangat kewirausahaan. Dia lahir pada 9 September 1890 di Henryville, Indiana, namun baru mulai aktif dalam mewaralabakan bisnis ayamnya di usia 65 tahun. Di usia 6 tahun, ayahnya meninggal dan Ibunya sudah tidak mampu bekerja lagi sehingga Harland muda harus menjaga adik laki-lakinya yang baru berumur 3 tahun. Dengan kondisi ini ia harus memasak untuk keluarganya. Di masa ini dia sudah mulai menunjukkan kebolehannya.
Pada umur 7 tahun ia sudah pandai memasak di beberapa tempat memasak. Pada usia 10 tahun ia mendapatkan pekerjaan pertamanya didekat pertanian dengan gaji 2 dolar sebulan. Ketika berumur 12 tahun ibunya kembali menikah, sehingga ia meninggalkan rumah tempat tinggalnya untuk mendapatkan pekerjaan di pertanian di daerah Greenwood, Indiana. Selepas itu, ia berganti-ganti pekerjaan selama beberapa tahun.

Pertama, sebagai tukang parkir di usia 15 tahun di New Albany, Indiana dan kemudian menjadi tentara yang dikirim selama 6 bulan ke Kuba. Setelah itu ia menjadi petugas pemadam kebakaran, belajar ilmu hukum melalui korespondensi, praktik dalam pengadilan, asuransi, operator kapal feri, penjual ban, dan operator bengkel.
Di usia 40 tahun, Kolonel ini mulai memasak untuk orang yang bepergian yang singgah di bengkelnya di Corbin. Kolonel Sanders belum punya restoran pada saat itu. Ia menyajikan makanannya di ruang makan di bengkel tersebut. Karena semakin banyak orang yang datang ke tempatnya untuk makan, akhirnya ia pindah ke seberang jalan dekat penginapan dan restoran bisa menampung 142 orang.

Selama hampir 9 tahun ia menggunakan resep yang dibuatnya dengan teknik dasar memasak hingga saat ini. Citra Sander semakin baik. Gubernur Ruby Laffoon memberi penghargaan Kentucky Colonel pada tahun 1935 atas kontribusinya bagi negara bagian Cuisine. Dan pada tahun 1939, keberadaannya pertama kali terdaftar di Duncan Hines “Adventures in Good Eating.”

Di awal tahun 1950 jalan raya baru antar negara bagian direncanakan melewati kota Corbin. Melihat akan berakhir bisnisnya, Kolonel ini akhirnya menutup restorannya. Setelah membayar sejumlah uang, ia mendapatkan tunjangan sosial hari tuanya sebesar $105.

Dikarenakan memiliki rasa percaya diri kuat akan kualitas ayam gorengnya, Kolonel membuka usaha waralaba yang dimulai tahun 1952. Ia pergi jauh menyeberangi negara bagian ini dengan mobil dari satu restoran ke restoran lainnya, memasak sejumlah ayam untuk pemilik restoran dan karyawannya. Jika reaksi yang terlihat bagus, ia menawarkan perjanjian untuk mendapatkan pembayaran dari setiap ayam yang laku terjual.

Pada 1964, Kolonel Sanders sudah memiliki lebih dari 600 outlet waralaba untuk ayam gorengnya di seluruh Amerika dan Kanada. Pada tahun itu juga ia menjual bunga dari pembayarannya untuk perusahaan Amerika sebanyak 2 juta dolar kepada sejumlah grup investor termasuk John Y Brown Jr, (kelak menjadi Gubernur Kentucky). Pada tahun 1976, sebuah survey independen menempatkan Kolonel Sanders sebagai peringkat kedua dari deretan selebriti yang terkenal di dunia.

Di bawah pemilik baru, perusahaan Kentucky Fried Chicken tumbuh pesat yang kemudian menjadi perusahaan terbuka pada 17 Maret 1966, dan terdaftar pada New York Stock Exchange pada 16 Januari 1969. Lebih dari 3.500 waralaba dan restoran yang dimiliki perusahaan ini beroperasi hampir di seluruh dunia. Kentucky Fried Chicken menjadi anak perusahaan dari RJ Reynolds Industries, Inc. (sekarang RJR Nabisco, Inc.), semenjak Heublein Inc. diakuisisi oleh Reynolds pada tahun 1982. KFC diakuisisi pada Oktober 1986 dari RJR Nabisco Inc oleh PepsiCo Inc, seharga kurang lebih 840 juta dolar.

Pada Januari 1997, PepsiCo, Inc mengumumkan spin-off restoran cepat sajinya — KFC, Taco Bell dan Pizza Hut – menjadi perusahaan restoran independen, Tricon Global Restorans Inc. Pada Mei 2002, perusahaan ini mengumumkan persetujuan pemilik saham untuk merubah nama perusahaan menjadi Yum! Brands Inc. Perusahaan, yang dimiliki oleh A&W All-American Food Restorans, KFC, Long John Silvers, Pizza Hut dan Taco Bell restorans, adalah perusahaan restoran terbesar di dunia dalam kategori unit system dengan jumlah mendekati 32,500 di lebih dari 100 negara dan wilayah.

KFC berkembang pesat. Kini, lebih dari satu miliar ayam goreng hasil resep Kolonel ini dinikmati setiap tahunnya, bukan hanya di Amerika Utara, bahkan tersedia hampir di 80 negara di seluruh dunia. Tapi Kolonel Sanders tidak lagi bisa menyaksikannya. Pada 1980, di usia 90 tahun, ia terserang leukemia. Ia meninggal seusai melakukan perjalanan 250.000 mil dalam satu tahun kunjungannya ke restoran KFC di seluruh dunia.
“Impian meraih sukses tidak harus di masa kecil. Impian bisa juga di saat usia senja.” Kolonel Sanders, pendiri KFC
(Rahmat Saepulloh)
Artikel from : http://www.karir-up.com

Selengkapnya disini...
Template by : kendhin x-template.blogspot.com